Gempa Besar 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Ribuan Warga Mengungsi: Pakar Sebut Mirip Pola Gempa Historis di Wilayah Tohoku

OrbPaper

20 December 2025

Gempa Besar 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Ribuan Warga Mengungsi: Pakar Sebut Mirip Pola Gempa Historis di Wilayah Tohoku Internasional

Gempa Besar 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Ribuan Warga Mengungsi: Pakar Sebut Mirip Pola Gempa Historis di Wilayah Tohoku

Tokyo, Jepang — Jepang kembali diguncang gempa besar pada Senin malam (8 Desember 2025). Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo terjadi di lepas pantai timur laut negara tersebut. Guncangan kuat yang berlangsung beberapa detik ini memicu peringatan tsunami di sejumlah prefektur serta evakuasi besar-besaran di wilayah pesisir.

Gempa terjadi sekitar 80 kilometer dari pesisir Prefektur Aomori, dengan kedalaman sekitar 50–54 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa ini masuk kategori kuat dan berpotensi memicu gempa susulan signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan Tsunami dan Respons Darurat

Tak lama setelah gempa terdeteksi, otoritas Jepang mengeluarkan peringatan tsunami hingga 3 meter untuk wilayah Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido.

Ribuan warga segera diarahkan menuju titik-titik evakuasi yang telah disiapkan. Sejumlah jaringan transportasi dihentikan sementara, termasuk jalur Shinkansen di wilayah utara, guna menjalani pemeriksaan keselamatan.

Infrastruktur strategis seperti pelabuhan, fasilitas energi, dan pembangkit listrik juga menjalani inspeksi darurat untuk memastikan tidak terjadi kerusakan struktural.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam jumlah besar. Namun, sejumlah cedera ringan dan kerusakan bangunan dilaporkan dari beberapa kota pesisir.

Analisis Pakar Gempa: “Wilayah Ini Memiliki Aktivitas Seismik Mirip Siklus Historis”

  1. Dr. Hiroshi Tanaka (Pakar Seismologi Universitas Tohoku)

    Dr. Tanaka menjelaskan bahwa gempa dengan magnitudo di atas 7 di wilayah ini umumnya berkaitan dengan pergerakan lempeng Pasifik yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.

    “Gempa 7,6 ini secara pola sangat mirip dengan aktivitas seismik pra-2011 di zona subduksi Tohoku. Biasanya gempa besar seperti ini diikuti gempa susulan signifikan dalam 24–72 jam,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa kedalaman sekitar 50 kilometer merupakan karakter umum pada zona pertemuan kedua lempeng tersebut.

  2. Prof. Akemi Saito (Japan Geological Institute)

    Menurut Prof. Saito, potensi tsunami hingga 3 meter merupakan ukuran kewaspadaan maksimal, bukan angka pasti, karena sangat dipengaruhi oleh konfigurasi garis pantai.

    “Tsunami tidak selalu datang pada gelombang pertama. Gelombang kedua atau ketiga justru bisa lebih tinggi. Karena itu warga harus menunggu hingga peringatan resmi benar-benar dicabut,” ujarnya.

  3. Prediksi Gempa Susulan

    Para pakar memperkirakan:

    • Gempa susulan berkekuatan 4,5–6,0 magnitudo berpotensi terjadi selama satu minggu ke depan.

    • Probabilitas gempa susulan di atas M7 relatif rendah, namun tetap tidak bisa dikesampingkan di zona subduksi aktif.

Data Historis: Jepang dan Siklus Gempa Besar

Wilayah timur laut Jepang dikenal sebagai salah satu zona seismik paling aktif di dunia. Beberapa gempa besar yang pernah terjadi di kawasan ini antara lain:

  1. Gempa Tohoku 2011 (M9,0)

    • Salah satu gempa terbesar dalam sejarah pencatatan modern

    • Memicu tsunami setinggi lebih dari 10 meter

    • Menyebabkan lebih dari 15.000 korban jiwa

  2. Gempa Sanriku 1933 (M8,4)

    • Terjadi di laut lepas Sanriku

    • Menimbulkan tsunami besar yang menghantam wilayah pesisir

  3. Gempa Hokkaido 2003 (M8,0)

    • Mengguncang wilayah Hokkaido dengan kerusakan cukup parah

    • Menunjukkan potensi gempa megathrust di Jepang bagian utara

  4. Gempa Jepang Timur Laut 2021 (M7,3)

    • Sering disebut sebagai aftershock jangka panjang dari Gempa Tohoku 2011

    • Menunjukkan bahwa dampak gempa megathrust dapat berlangsung bertahun-tahun

Berdasarkan pola historis tersebut, para pakar menilai bahwa gempa 7,6 pada Desember 2025 merupakan bagian dari aktivitas seismik alami zona subduksi, bukan kejadian yang berdiri sendiri.

Mengapa Jepang Sering Mengalami Gempa Besar?

Jepang berada di pertemuan empat lempeng tektonik utama dunia, yaitu:

  • Lempeng Pasifik

  • Lempeng Filipina

  • Lempeng Eurasia

  • Lempeng Amerika Utara

Pergerakan dan tumbukan antar-lempeng tersebut menciptakan tegangan besar di kerak bumi, yang kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi berkekuatan tinggi.

Tags: #gempa

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Yesterday